Ikan Toman Sebagai Sumber Alternatif Terbaru dalam Penyembuhan Luka

Ikan Toman Sebagai Sumber Alternatif Terbaru dalam Penyembuhan Luka
by admin

Penggunaan hewan atau bagian-bagian hewan sebagai salah satu bahan alternatif dalam terapi pengobatan belum mengalami perkembangan yang berarti, padahal jika ditinjau dari segi sumber daya alam khususnya perairan Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan menjadi sumber bahan dalam terapi pengobatan.

Pemanfaatan hewan-hewan laut maupun hewan- hewan sungai sebagai bahan pengobatan saat ini masih dalam tahap pengembangan, contohnya penggunaan ikan sebagai bahan dalam terapi pengobatan.

Secara empiris sebagian masyarakat Indonesia percaya dengan mengkonsumsi daging ikan toman dapat membantu mempercepat penyembuhan luka. Ikan toman (Channa micropeltes) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang digemari baik sebagai ikan hias maupun ikan konsumsi. Ikan toman digolongkan sebagai ikan karnivora karena merupakan predator memangsa cacing, katak, anak-anak ikan, udang, ketam, dan lainnya. Ikan toman seperti ikan gabus, namun pada umur yang sama memiliki bentuk tubuh yang lebih besar dengan ukuran panjangnya dapat mencapai mencapai 150 cm.

Kandungan dari Channa Micropeltes

Salah satu kandungan dari Channa micropeltes berdasarkan hasil penelitian yakni protein albumin. Albumin merupakan protein globular yang sering diaplikasikan secara klinis untuk perbaikan gizi dan penyembuhan luka paska operasi. Albumin mencakup hampir 50 % dari protein plasma dan bertanggung jawab mengatur tekanan osmotik di dalam darah, menjaga keberadaan air dalam plasma darah sehingga dapat mempertahankan volume darah dalam tubuh dan sebagai sarana pengangkutan atau transportasi.

Albumin mampu meningkatkan aliran darah ke daerah luka dan juga dapat menstimulasi fibroblas sebagai respon untuk penyembuhan luka.

Albumin mempengaruhi: tingkat dan kualitas penyembuhan luka, diperlukan dalam proses pengembangan jaringan granulasi dan juga proses penyembuhan kolagen dan kekuatan kolagen. Selain itu juga albumin mampu meningkatkan aliran darah ke daerah luka dan juga dapat menstimulasi fibroblas sebagai respon untuk penyembuhan luka.

Albumin bermanfaat: dalam pembentukan jaringan tubuh yang baru pada saat usia pertumbuhan dan mempercepat penyembuhan jaringan tubuh, misalnya sesudah operasi, luka bakar dan saat sakit. Selain albumin nutrisi lain yang terkandung di dalam fase air ekstrak ikan toman adalah vitamin- vitamin larut air seperti vitamin B dan C serta mineral-mineral larut air. Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen, sedangkan mineral seperti seng berperan dalam memperkuat jaringan baru.

Serbuk ikan toman memiliki kadar albumin paling tinggi

Pengadaan albumin serum sintetis terutama untuk kasus bedah saat ini mencapai 91 %, 2/3 albumin tersebut dipakai di bagian bedah dan sisanya 1/3 bagian dipergunakan untuk penanganan penyakit dalam. Harga serum albumin untuk infus yang mahal yaitu mencapai kurang lebih Rp. 1.500.000,- per botol kemasan 100 ml-20 % albumin. Hal ini dirasa cukup memberatkan pasien dalam hal biaya, sehingga albumin oral menjadi alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan albumin pasien.

Berdasarkan peneitian ditemukan bahwa serbuk ikan toman (Channa micropeltes) memiliki kadar albumin paling tinggi dibandingkan ikan famili Channidae lainnya, sehingga menjadi pilihan yang sangat tepat untuk mencukupi kebutuhan albumin pasien utamanya dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Formulasi sediaan fase air ekstrak ikan toman dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang membutuhkan serta juga dapat menaikkan pendapatan dari masyarakat yang membudidayakan  ikan toman, dimana ikan toman merupakan ikan endemik yang banyak hidup di daerah Kalimantan bagian barat.

Top Photo by Nguyen Linh on Unsplash

REFERENSI

  1. Ediwarman, Hernawati, R., Wisnu, A., Yann, M., 2012, Penggunaan Maggot Sebagai Substitusi Ikan Rucah Dalam Budidaya Ikan Toman (Channa Micropeltes CV), Skripsi., hal 395.
  2. Kordi. K. M. G. H, 2010, Panduan Lengkap Memelihara Ikan Air Tawar di Kolam Terpal, Lily Publisher: Yogyakarta., hal: 63-65
  3. Ciptanto, Sapto. TOP 10 Ikan Air Tawar. Lily Publisher. Yogyakarta, 2010. hal: 138-143.
  4. Pongsipulung. G. R., Paulina V.Y. Yamlean, Banne. Y., 2013, Formulasi dan Pengujian Salep Ekstrak Bonggol Pisang (Musa paradisiaca var. sapientum (L.)) Terhadap Luka Terbuka Pada Kulit Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus), Jurnal.,hal 7-12.
  5. Murray. R. K. G, Daryl. K. M, Peter. A, Rodwell, Victor. W., 2009, Biokimia Harper, Edisi
    27, EGC: Jakarta., hal: 605-623..
  6. Nugroho, Matheus. Isolasi albumin dan karakteristik berat molekul hasil ekstraksi secara pengukusan ikan gabus (Channa striatus). Jurnal Teknologi Pangan Vol.4 No.1. Pasuruan. 2012. Hal: 2.
  7. Annasari Mustafa, M. Aris Widodo, Yohanes Kristianto. Albumin And Zinc Content Of Snakehead Fish In Health. IEESE International Journal of Science and Technology.
  8. Firlianty et al. 2014. Protein Profile and Amino Acid Profile of Vacuum drying and freeze-drying of family Channidae collected from Central Kalimantan, Indonesia. Brawijaya University Malang East Java. IEESE International Journal of Biosciences (IJB), Vol. 5 No. 8 p 75-83.
  9. Rusjianto. Pengaruh Pemberian Suplemen Seng (Zn) dan Vitamin C Terhadap Kecepatan Penyembuhan Luka Pasca Bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Kedokteran Indonesia Vol. 1/No. 1. 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *